Langsung ke isi
PT Hanz Kode Terpadu, ke beranda

Memindahkan website desa ke domain desa.id tanpa kehilangan pengunjung

Oleh Mohammad Hilmi Bisri, S.Kom.. Terbit 14 Oktober 2026.

Website desa yang masih beralamat .com, .id, .web.id, .my.id, blogspot.com, atau subdomain penyedia lain bisa dipindahkan ke desa.id tanpa memulai dari nol. Syaratnya, alamat lama dialihkan ke alamat baru, supaya warga yang membuka tautan lama dan pengunjung dari Google tetap sampai ke halaman yang mereka cari.

Aturan yang mewajibkan desa.id

Bab nama domain dalam Permenkomdigi 5/2025 tidak memuat sanksi bagi desa yang masih memakai alamat lain. Ketentuan peralihannya memberi tenggat satu tahun sejak peraturan berlaku bagi instansi penyelenggara negara yang menjalankan sistem elektronik untuk menyesuaikan diri (Pasal 101 ayat (3)).

Untuk Dana Desa 2026, website desa termasuk kegiatan desa digital dalam fokus pembangunan infrastruktur digital dan teknologi (Pasal 2 ayat (1) huruf g). Dana operasional pemerintah desa (paling banyak 3% pagu Dana Desa di luar bagian Koperasi Desa Merah Putih) boleh dipakai untuk pelatihan pengembangan website serta pembuatan media atau blog desa (Pasal 2 ayat (3); Lampiran, Bab II huruf I angka 3). Sewa hosting dan perpanjangan domain tidak disebut tersendiri, jadi pastikan pos anggarannya dengan pendamping desa.

Nasib alamat lama

Alamat lama tetap terdaftar atas nama pendaftarnya selama diperpanjang. Google juga masih bisa menampilkan halamannya selama halaman itu masih dapat dibuka dan belum punya padanan di website baru.

Pengalihan dipasang dari akun domain dan hosting lama. Kalau akun itu dipegang operator lama atau penyedia jasa, mintalah aksesnya sebelum pindah.

Cara memindahkan sesuai jenis website lama

Cara memindahkan website desa ke desa.id menurut jenis website lama
Website lamaCara memindahkannya
Domain sendiri (.com, .id, .web.id, .my.id, dan sejenisnya)Salin isi ke website baru di alamat desa.id. Di hosting lama, pasang pengalihan 301 per halaman lewat file .htaccess (file pengaturan server) atau fitur pengalihan di CMS, lalu pakai alat Ganti Alamat di Google Search Console (layanan gratis Google untuk pemilik website).
Blog di blogspot.comHubungkan alamat desa.id ke blog lewat menu Setelan, Publikasi, lalu Domain kustom, dan tambahkan dua data CNAME yang diminta Blogger di pengaturan DNS alamat desa.id. Blogger lalu mengalihkan alamat blogspot ke alamat baru dalam waktu hingga 24 jam.
Subdomain dari penyedia lain, misalnya namadesa.penyedia.comTanyakan apakah penyedia bisa memakai alamat desa.id atau memasang pengalihan 301. Kalau tidak bisa, pindahkan isinya dan pasang pemberitahuan alamat baru di website lama.

Dengan cara Blogger, isi blog masih tersimpan di server Blogger. Mengingat Pasal 58 Permenkomdigi 5/2025 dan anjuran hosting dalam negeri, tanyakan dulu ke dinas kominfo kabupaten/kota apakah cara ini diterima.

Langkah pindah tanpa kehilangan pengunjung

  1. Tanyakan ke dinas kominfo kabupaten/kota apakah desa Anda sudah punya alamat desa.id. Langkah mendaftarnya ada di artikel isi website desa, dan cara membeli jasanya ada di artikel pengadaan barang/jasa di desa.
  2. Catat alamat halaman lama yang penting, termasuk file PDF dan gambar, dari peta situs (daftar halaman website untuk Google), CMS (aplikasi pengelola isi website), atau Search Console.
  3. Siapkan website baru di alamat desa.id. Google menyarankan memakai CMS yang sama dengan website lama dan melakukan perubahan satu per satu: pindah alamat dulu, ganti tampilan belakangan.
  4. Pasangkan setiap alamat lama dengan alamat baru yang setara. Jangan alihkan semua halaman lama ke halaman depan, karena Google bisa menganggapnya halaman tidak ditemukan (soft 404).
  5. Pasang pengalihan 301, yaitu pengalihan permanen yang membawa pengunjung alamat lama ke halaman yang sama di alamat baru. Menurut Google, pengalihan ini tidak mengurangi nilai tautan ke website Anda. Pengalihan dari dalam halaman (sisi klien) hanya upaya terakhir kalau server tidak bisa diatur.
  6. Daftarkan alamat lama dan baru di Search Console sebagai pemilik, dengan akun Google yang sama. Lalu ajukan pemindahan lewat alat Ganti Alamat dan kirim peta situs baru. Selama 180 hari, alat ini meminta Google mendahulukan alamat baru dan meneruskan penilaian alamat lama ke sana.
  7. Pantau hasilnya di Search Console. Untuk website berukuran sedang, Google bisa memerlukan beberapa minggu atau lebih untuk menampilkan alamat baru, dan posisinya di hasil pencarian bisa naik turun selama itu.
  8. Pertahankan pengalihan selama mungkin, menurut Google umumnya paling sedikit satu tahun. Halaman lama boleh dihapus, asal pengalihannya berjalan dan domain lamanya terus dibayar.

Kalau website lama pernah disusupi judi online, bersihkan dulu sebelum isinya disalin ke website baru. Caranya ada di artikel website disusupi judi online.

Layanan HanzCodes untuk pemerintah desa, termasuk pembuatan dan perbaikan website, ada di halaman solusi untuk desa.

Yang perlu diganti setelah pindah

Artikel ini adalah ringkasan, bukan nasihat hukum. Untuk keputusan tertentu, rujuk teks peraturannya serta pejabat atau unit yang berwenang, misalnya dinas kominfo kabupaten/kota atau pendamping desa.

Sumber

Butuh bantuan?

Ceritakan kebutuhan instansi atau usaha Anda. Diskusi awal tidak dipungut biaya.

WhatsApp (situs luar)